Kelurahan Satimpo Mediasi Sengketa Lahan di Wilayahnya

dejournalindonesia -Kelurahan Satimpo, Bontang Selatan mediasi terkait sengketa lahan perkebunan di wilayahnya beberapa waktu lalu. Sengketa yang melibatkan tiga orang tersebut, mempersoalkan kepemilikan lahan yang sudah dijual oleh warga yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Lurah Satimpo, Andriyana menjelaskan ketiga orang tersebut merebutkan lahan sekitar lima hektar. Lahan tersebut, berada di sekitar jalur pipa PT Badak LNG, yang biasanya digunakan untuk perkebunan.

“Kami hanya mediator, kebetulan lahan itu masuk wilayah Satimpo,” ujar Andriyana, Jumat (18/06/2021) sore.

Dikatakan Andiriyana, dari hasil mediasi yang menghadirkan warga yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut diintruksikan agar tidak melakukan kegiatan apapun di lahan sebelum adanya perda yang mengatur tentang APL terbit. Pun sebenarnya, siapapun warga yang mengklaim tanah itu, tidak dibenarkan. Lantaran masuk ke areal hutan lindung.

“Sebenarnya, tidak bisa diklaim siapapun karena masuk hutan lindung. Makanya kasusnya tidak bisa dilanjutkan ke tingkat pengadilan,” ujarnya

Diapun meminta agar semua pihak untuk menahan diri sebelum perda yang dimaksud diterbitkan. Terutama tidak melakukan kegiatan apapun terutama menjual tanah ke orang lain seperti yang dilakukan sebelumnya. Agar permasalahan lahan tersebut, tidak merembes ke warga lain.

“Kami himbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di areal itu. Tunggu perda terbit baru kita bahas kembali,” ungkap Andiriyana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Mengurangi Penyebaran Virus Corona, Kelurahan Satimpo Maksimalkan Fungsi Satgas di Tingkat RT
Next post Virus Corona Kembali Meningkat, Kecamatan Bontang Selatan Bakal Operasi Rutin Lagi