Pelaku Perampokan Toko Mama Anjas Merupakan Residivis Kasus Pembunuhan

dejournalindonesia-Polres Bontang meringkus pelaku perompokan di toko sembako mama anjas yang berlokasi di jalan Ks tubun Kelurahan Tanajung Laut, Kecamatan Bontang Selatan pada 19 april lalu.

Sempat menjadi DPO selama 7 bulan, pelaku berinsial SK (52) tahun tersebut akhirnya berhasil dibekuk satrekrim Polres Bontang.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi mengatakan, Sukri berhasil dibekuk di Jalan Brigjen Katamso, Simpang Yabis lampu Merah pada Minggu, (10/10/2021), pukul 15.00 Wita.

“Kami melakukan penangkapan saat SK akan pulang kerumah istrinya di marangkayu, usai membeli emas. Saat itu pelaku ditangkap lengkap dengan barang bukti senjata tajam berupa parangnya yang di bawanya,” ujar Hamam Wahyudi di konprensi Pers yang berlangsung di Mapolres Bontang Senin, (11/10/2021).

Saat polisi akan melakukan penggeledahan barang bukti di rumahnya yang berlokasi di Marangkayu, Sk sempat mencoba kabur.

Karena ingin kabur, Sk dihadiahi dua timah panas oleh Tim Rajawali Polres Bontang. Timah panas tersebut bersarang tepat di bagian kaki kanan dan kaki kiri pelaku.

Selain itu Sk merupakan residivis kambuhan dan terlacak polisi sebagai warga yang berasal dari Polewali Sulawesi Barat.

“Sk adalah residivis kasus pembunuhan yang terjadi di makassar dan divonis penjara selama 15 tahun. Sk menjalani hukuman selama 7 tahun penjara, karena mendapat bebas bersyarat pada 2014 lalu,” paparnya.

Sebanyak tiga kali Sk terpantau melakukan kejahatan di Bontang. Setiap melakukan aksinya, pelaku selalu mengancam korbannya dengan senjata tajam.

Tiga aksi kejahatan yang dilakukan tersebut diantaranya, curanmor yang dilakukan di simpang Lengkol Tanjung Laut, curanmor di Tanjung Limau, aksi pencurian ponsel dan dompet di dalam mobil di area Jalan Ir H Juanda, Bukit Indah.

Sk diamankan di Mapolres Bontang dengan sejumlah barang bukti berupa 3 sepeda motor. Dua motor di antaranya hasil curian dan 1 motor lainnya digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya, serta beberapa perhiasan yang dibeli tersangka dari uang hasil pencurian.

Atas perbuatannya, Sk terancam dengan pasal berlapis, Pasal 365, 362, dan 363 KUHP, dengan ancaman 12 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Ketua DPC PDI Perjuangan Bontang Sumbang 8 Unit Kapal Untuk Kelompok Nelayan di Tihi-Tihi
Next post Maria Vania Pose Pamer Ketiak Mulus Bikin Melek, Netizen: Seketika Ngantuk Hilang