Sandiaga Uno Ungkap Strategi Bangkitkan Pariwisata Di Sidang Umum PBB

Dejournalindonesia – Pemerintah menjalankan sejumlah strategi untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif demi mendorong penciptaan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan bahwa dengan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus memulihkan ekonomi yang sempat terdampak pandemi Covid-19.

Saat memberikan sambutan di event ‘High-level Thematic Debate on Tourism’ yang diadakan oleh United Nations General Assembly Hall, New York, Amerika Serikat, Rabu (4/5), Sandiaga mengungkapkan bahwa kedatangan turis secara global mencapai angka 1 miliar kunjungan.

Angka kunjungan tersebut turun jauh dari level pra-pandemi 2019, yang menunjukkan dampak signifikan pandemi terhadap sektor pariwisata.

“Sebagai industri multi-sektor, dampak meluasnya pandemi pada pariwisata ke banyak ekonomi, adalah bencana besar. Kami melihat ini di banyak negara berkembang dan pulau kecil,” tutur Sandiaga.

Oleh karena itu, Sandiaga berterima kasih kepada Presiden Majelis Umum Abdullah Shahid yang telah menyoroti sektor pariwisata dalam diskusi pemulihan pasca pandemi Covid-19 di event ‘High-level Thematic Debate on Tourism’ PBB.

“Saya berterima kasih kepada Presiden Majelis Umum, Yang Mulia Abdullah Shahid, karena menyoroti pariwisata, dalam diskusi pemulihan pasca pandemi Covid-19 yang berdampak buruk pada industri pariwisata,” ujarnya.

Sandiaga melanjutkan, dampak pandemi sangat terasa terhadap sektor pariwisata. Adanya pembatasan perjalanan sebagai salah satu langkah penanganan penyebaran pandemi telah berdampak langsung bagi pendapatan dan penghidupan masyarakat lokal yang bergantung terhadap sektor tersebut, termasuk UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor informal yang mendukung industri pariwisata.

“Kami melihat kehancuran ini di Indonesia, di mana lebih dari 34 juta orang dengan mata pencaharian bergantung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga Uno.

Pandemi telah membuat kebutuhan mendesak untuk mengubah industri pariwisata. Setiap negara, kata Sandiaga, perlu mengurangi kerentanan industri terhadap guncangan dan mempersiapkannya untuk pandemi di masa depan.

“Dengan pariwisata global yang mulai tumbuh pasca pandemi, sekarang saatnya untuk memulai transformasi ini,” katanya.

Sandiaga mengungkapkan Indonesia melihat tren positif dalam perjalanan dan pariwisata global, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 130 persen pada Januari 2022, dibandingkan dengan periode yang sama 2021.

“Namun, kami tidak boleh berpuas diri. Sangat penting bagi kita untuk tidak kembali ke pendekatan bisnis seperti biasa, atau ke rasa aman yang salah. Kita harus membangun kembali industri pariwisata dengan lebih baik, lebih berkelanjutan, dan lebih tangguh,” tutur Sandiaga Uno.

Pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan harus melihat di luar isu lingkungan atau kesejahteraan lingkungan. Selain itu, juga harus mengangkat martabat budaya lokal, masyarakat dan pengetahuan tradisional, serta menciptakan keseimbangan antara pariwisata massal dan pariwisata berkualitas.

Dalam pengalamannya, Sandiaga Uno mengungkapkan hal tersebut akan membutuhkan elemen-elemen yang saling berhubungan berikut ini.

Pertama, pendekatan multi-stakeholder menuju pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan. Dalam mengembangkan sektor pariwisata berkelanjutan, lanjutnya, kita tidak bisa melakukannya sendiri. Baik sektor publik maupun swasta perlu terlibat dan berkolaborasi satu sama lain, serta dengan masyarakat lokal.

Baik sektor swasta maupun publik perlu fokus untuk memiliki tujuan yang terukur dan metrik yang sebanding. Komponen-komponen ini sangat penting untuk perbaikan jangka panjang dan akuntabilitas pariwisata berkelanjutan.

Untuk lebih menyelaraskan upaya menuju praktik pariwisata berkelanjutan terbaik, juga penting bagi pemangku kepentingan publik dan swasta untuk memiliki narasi terpadu tentang apa yang dimaksud dengan pariwisata berkelanjutan dan bagi mereka untuk memiliki akses yang memadai ke informasi yang akurat.

Saat ini, kita juga perlu melihat peran Milenial dan Gen Z dalam keberlanjutan tidak hanya sebagai turis, tetapi juga sebagai investor. Oleh karena itu, keterlibatan dengan demografis pada pariwisata berkelanjutan harus menjadi prioritas.

Ada peluang untuk mengalihkan fokus pembahasan dari mitigasi “dampak negatif” ke arah menciptakan “dampak positif” dari pariwisata, yaitu penataan perjalanan yang mendanai perlindungan alam, brain-gain, pemberdayaan masyarakat marjinal & adat, dan lain-lain.

Pada akhirnya, kita perlu memastikan bahwa proporsi yang lebih besar dari manfaat program pariwisata berkelanjutan yakni manusia, laba, planet, akan mengalir ke masyarakat lokal dan masyarakat adat.

Kedua, perlunya penguatan peran masyarakat sebagai agen perubahan transformasi pariwisata. Sebagai bagian dari upaya membangun sektor pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan, pihaknya akan fokus untuk memajukan pemulihan pariwisata melalui penguatan peran masyarakat sebagai agen perubahan transformasi pariwisata.

“Pendahulu saya, Menteri I Gede Ardika, pernah mengatakan bahwa pariwisata pada awalnya diidentifikasi sebagai pendorong penting pertumbuhan ekonomi, tetapi intinya adalah kemanusiaan,” katanya.

Menurut Sandiaga, kita terlalu sering memperlakukan pariwisata sebagai bisnis semata, dengan keuntungan modal adalah prioritas utama.

“Kita lupa bahwa itu adalah kekuatan kolektif dengan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal yang akan membantu pariwisata menjadi bukti masa depan,” katanya.

Program “Desa Wisata” dinilainya mengintegrasikan akomodasi lokal, daya tarik, dan saling melengkapi di bawah pemerintahan desa dengan kearifan lokal. Program ini terbukti mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat desa, seperti terlihat di Desa Wisata Penglipuran di Bali yang menghasilkan pendapatan lebih dari US$ 1,45 juta pada 2020.

“Tahun lalu, kami sangat bangga ketika Nglanggeran, sebuah komunitas kecil di Provinsi Yogyakarta mendapatkan penghargaan dari UN WTO sebagai desa wisata terbaik di dunia,” ujarnya.

Di bawah Kepresidenan G20 Indonesia, dan bekerja sama dengan WTO PBB, pihaknya merancang pedoman yang komprehensif dan menunjukkan komunitas sebagai ‘Rockstar’ dari proses pemulihan.

Pedoman Penguatan Komunitas dan UMKM Sebagai Agen Transformasi Pariwisata – A People Centered Recovery memetakan kolaborasi global pada agenda utama transformasi yang mencakup isu-isu terkait dengan sektor pariwisata.

Pertama, mengembangkan sumber daya manusia terkait kewirausahaan, dan pendidikan ke pekerjaan, keterampilan. Kedua, meningkatkan inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif. Ketiga, pemberdayaan perempuan dan pemuda.

Keempat, aksi iklim dan keadilan, konservasi keanekaragaman hayati, dan ekonomi sirkular. Kelima, memperkuat kerangka kebijakan, tata kelola, dan investasi. Keenam, untuk memastikan sektor pariwisata yang tangguh, penting agar pergerakan orang dan perjalanan dapat terus berlangsung dengan aman bahkan di masa pandemi.

“Dalam konteks ini, kita perlu membahas lebih lanjut tentang bagaimana kita dapat menyelaraskan kesehatan standar protokol untuk perjalanan lintas batas,” tutup Sandiaga.

Sumber berita :CNNIndonesia telah terbit dengan judul Di Sidang Umum PBB, Sandiaga Ungkap Strategi Bangkitkan Pariwisata


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Madrid Jumpa Liverpool di Final Liga Champions Setelah Mengalahkan Manchester City
Next post Negatif Salmonella, BPOM Izinkan Kinder Joy Beredar Kembali di Pasaran