Kabid Pertanahan Sebut Lahan Bekas Hutan Lindung Rawan Sengketa

Ilustrasi peta Kota Bontang.

Dejournalindonesia -Lahan arena penggunaan lain atau bekas hutan lindung dinilai rentan terhadap sengketa tanah.

M. Nur selaku Kabid Pertanahan, Disperkimtan menjelaskan untuk lahan bekas hutan lindung yang dikuasi masyakat sangat rentan terhadap saling mengakui antara orang satu dan lainnya.

“Jadi untuk legalisasi surat menyurat lahan area penggunaan lain kami perlu bekerja lebih ekstra. Karena sangat rawan sengketa saling mengakui,” ucapnya. Selasa (21/6/22).

Makanya kata M. Nur, sesuai edaran Sekda Bontang pada tahun 2017 untuk lahan bekas hutan lindung statusnya diquoa kan. Hal itu diperkuat dengan Perda RTRW Bontang saat itu belum mengalami perubahan yang menyatakan status area penggunaan lain tetap sebagai hutan lindung.

“Kemudian munculnya Perda nomor 13 tahun 2019 baru diatur area penggunaan ailn diperuntukkan sebagai kawasan terbuka hijau, pemukiman dan perdagangan jasa,” jelas M. Nur.

Ia pun menyarankan kepada pemilik lahan sayang masuk area penggunaan lain untuk menjaga lahan yang ada dengan baik dan mempersiapkan surat menyurat lahan dengan lengkap.

“Karena ketika kami melakukan legalisasi aset dibekas hutan lindung tentu surat-surat sangat diperlukan dan beserta para saksi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Soal Usulan Lahan Pemakaman Di Bontang Barat, Disperkimtan Ingin Pastikan Lebih Dulu Hutan Lindung Atau Bukan
Next post Ajakan Rujuk Ditolak, Mantan Istri Dihajar Hingga Pingsan