IMB Berganti jadi PBG, PUPRK Masih Terus Lakukan Sosialisasi ke Masyarakat

foto : Ilustrasi

Dejournalindonesia – Izin Mendirikan Bangunan (IMB) berubah menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sejak Agustus 2021 lalu.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang nomor 28 Tahun 2002.

Sub Koordinator Pengendalian Bangunan dan Ruang Kota Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Bontang Eko Yudhowo mengatakan saat ini penerapan PBG belum berjalan maksimal pasalnya masyarakat butuh beradaptasi dengan nomenklatur yang baru.

“Kita masih terus lakukan sosialisasi karena masih banyak masuarakat yang kebingungan,” ujarnya, Rabu (10/8/2022).

IMB merupakan izin yang harus diperoleh pemilik sebelum atau saat mendirikan bangunan, di mana teknis bangunan harus dilampirkan saat mengajukan permohonan izin. Sementara PBG bersifat perizinan yang mengatur bagaimana bangunan harus didirikan.

“Kalau PBG ini mengatur bagaimana standar teknis yang sudah ditetapkan berupa perencanaan dan perancangan bangunan gedung, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi bangunan gedung, serta pemanfaatan bangunan gedung,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan jika sebelumnya pengurusan IMB dilakukan di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), namun setelah adanya aturan tersebut, pengurusan PBG dipindahkan ke PUPRK melalui sistem layanan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung (SIMBG)

“Tapi DPMPTSP masih terlibat. Untuk membantu masyarakat mengunggah berkas dan sebagainya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Komisi III Singgung Serapan Anggaran Masih Kecil, Ini penjelasan PUPRK
Next post Sejak Pemberlakuan PBG, PUPRK Catat Baru 2 Pemohon yang Terbit Izinnya