2022, Perkimtan Bontang Lakukan Perbaikan 80 Unit Rumah Tidak Layak Huni

Foto:Ilustrasi

Dejournalindonesia – Masih adanya masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni ini masih menjadi persoalan. Padahal rumah yang layak merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia.

Untuk itu Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) hadir untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui program perbaikan rumah tidak layak huni tahun 2022.

Rumah Layak Huni dilihat dari aspek ketahanan bangunan/struktur, Kesehatan bangunan yang meliputi (pencahayaan, penghawaan, dan sanitasi), serta kecukupan ruang. Untuk menunjang fungsi rumah sebagai tempat tinggal yang layak saat ini Disperkimtan akan melakukan perbaikan terhadap 80 unit rumah tidak layak huni.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Disperkimtan Edy Prabowo saat dikonfirmasi, Selasa (16/7/2022).

“Ini nantinya akan menggunakan dana bantuan senilai Rp 25 juta per rumah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bantuan ini tersebar di 15 kelurahan di Bontang dengan pertimbangan skala prioritas dan kewenangan kota.

“Kami menyasar semua kelurahan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Sebagai informasi, persyaratan penerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni ialah, warga Bontang, status tanah milik sendiri, tidak memiliki rumah lainnya, berpengahasilan maksimal setara UMK, dan rumah bukan diatas laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Upacara On The Road Memperingati Hut RI Ke-77 Kembali Di Gelar.
Next post Disperkimtan Sebut Progres Kotaku di Selambai akan Dilanjut Menggunakan APBD